Laporan pasar · PMB 2026

PTS Insights 2026

Ekonomi pertumbuhan perguruan tinggi swasta — kenapa institusi yang tahu angkanya bertumbuh, dan yang tidak, hilang.

3 halaman · ± 8 menit baca · Data dikutip dari sumber resmi

Unduh PDFPDF · 3 halaman · siap dibagikan ke tim

1. Pasar dunia tumbuh. Sektor swasta Indonesia menyusut.

Secara global, pendidikan tinggi belum pernah sebesar ini. Jumlah mahasiswa dunia menembus rekor 269 juta pada 20241 — lebih dari dua kali lipat dibanding dua dekade lalu. Minat kuliah di Indonesia juga naik: Angka Partisipasi Kasar perguruan tinggi terus meningkat sepanjang 2025.2

Tapi pertumbuhan permintaan tidak terbagi rata. Yang menyusut bukan pasarnya, melainkan pangsa perguruan tinggi swasta di dalam pasar yang tumbuh. Perluasan jalur mandiri PTN menarik calon mahasiswa yang dulu menjadi basis pendaftar PTS, dan APTISI berulang kali menyuarakan risiko penutupan kampus swasta akibat tekanan penerimaan.3

Ilustrasi: permintaan naik, pangsa swasta turun (indeks, bukan data resmi)
Permintaan pasarPangsa PTS
T-4T-3T-2T-1Sekarang

Ilustrasi arah, bukan angka terukur. Data resmi per institusi: Statistik Pendidikan Tinggi 2025.

Yang menekan margin PTS sekaligus

  • Calon mahasiswa pindah ke PTN lewat jalur mandiri yang makin luas.
  • Biaya akreditasi, kepatuhan, dan operasional naik lebih cepat daripada UKT.
  • Belanja pemasaran musiman yang besar tanpa ukuran biaya per mahasiswa terdaftar.

Institusi yang tumbuh bukan yang paling besar anggarannya. Yang tumbuh adalah yang tahu persis berapa biaya untuk mendapatkan satu mahasiswa terdaftar — dan karena itu bisa memutuskan ke mana rupiah berikutnya pergi.

Tiga pertanyaan yang dijawab laporan ini

  1. 01Berapa biaya satu mahasiswa terdaftar bagi Anda — bukan satu prospek?
  2. 02Kanal mana yang benar-benar membiayai intake Anda, dan mana yang hanya sibuk?
  3. 03Bagaimana menyusun anggaran PMB yang bisa dipertanggungjawabkan ke yayasan?

2. Tanpa tahu ekonominya, mustahil berinvestasi untuk tumbuh

Di lingkungan yang ketat kas, belanja pemasaran berhenti menjadi pos anggaran dan berubah menjadi taruhan — taruhan yang tidak bisa Anda ukur besarannya tanpa tahu harga satu mahasiswa terdaftar.

Spiral yang paling sering kami temui

  • Pendaftar turun → anggaran pemasaran dipotong → pendaftar turun lebih dalam → pemotongan berikutnya lebih besar.
  • Jalan keluarnya bukan dashboard baru. Jalan keluarnya satu angka: belanja mana yang benar-benar berujung pada mahasiswa terdaftar.

Satu angka yang menentukan: biaya per mahasiswa terdaftar

CPE = Total biaya pemasaran ÷ Jumlah mahasiswa terdaftar

Cost per enrollment — bukan CPL, bukan impresi, bukan jangkauan.

CPL, reach, dan impresi adalah penyebut yang salah untuk institusi yang ketat kas: ketiganya bisa membaik sementara jumlah mahasiswa terdaftar tetap. Hanya CPE yang terhubung langsung ke pendapatan — kalikan dengan target intake, dan Anda punya anggaran yang bisa dipertanggungjawabkan ke yayasan.

Data portofolio kami: uang yang sama, hasil per mahasiswa yang jauh berbeda
Roadshow musiman± Rp 400 jt / musim
Funnel digital terukurCPL median Rp 52 rb

Rentang dari 40+ klien yang kami tangani. Data internal OurBeasiswa, bukan tolok ukur industri.

Pada program roadshow yang kami audit, sekitar 60% data kontak yang terkumpul tidak valid — nomor salah, tidak aktif, atau bukan calon pendaftar. Biaya tetap keluar penuh; yang hilang adalah penyebutnya. Funnel digital dengan verifikasi kontak membuat setiap rupiah bisa dilacak sampai ke nama yang benar-benar mendaftar.

Yang berubah begitu CPE diketahui

  • Penyusunan anggaran berhenti menjadi soal selera; menjadi intake × CPE.
  • Kanal yang mahal terlihat di tengah musim, bukan setelah uang habis.
  • Agen bisa dipegang pada jumlah mahasiswa terdaftar, bukan laporan impresi.

3. Yang bisa dikerjakan Senin pagi

Tiga langkah, semuanya memakai angka yang sudah Anda miliki hari ini.

01

Hitung CPE musim lalu

Jumlahkan semua biaya pemasaran satu musim PMB — agensi, iklan, roadshow, cetak, insentif tim. Bagi dengan jumlah mahasiswa yang benar-benar menyelesaikan daftar ulang, bukan yang mendaftar.

02

Pecah per kanal

Lakukan perhitungan yang sama per kanal. Kanal dengan CPE tertinggi hampir selalu yang paling sulit dipertanyakan secara internal — mulai dari sana.

03

Kunci satu KPI untuk musim depan

Tetapkan target CPE, bukan target leads. Lalu ukur setiap keputusan belanja terhadap target itu sepanjang musim, bukan di akhir.

Rp 52 rb

CPL medianfunnel digital kami

± 60%

data kontak roadshowyang tidak valid

40+

institusi yangkami tangani

“KPI tertulis di kontrak. Bukan CPL, bukan impresi — jumlah mahasiswa terdaftar.”

Jeremy · OurBeasiswa — WhatsApp +62 813 7398 8382 · ourbeasiswa.com — Hitung CPE Anda: ourbeasiswa.com/kalkulator-cpe

Sumber

  1. 1. UNESCO, Higher Education Global Trends Report (2026) — jumlah mahasiswa pendidikan tinggi dunia mencapai 269 juta pada 2024, lebih dari dua kali lipat dalam 20 tahun.
  2. 2. Badan Pusat Statistik — Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi, tabel statistik BPS; tren 2025.
  3. 3. Kemdiktisaintek, Buku Statistik Pendidikan Tinggi 2025 (data.kemdiktisaintek.go.id) untuk populasi PT, mahasiswa baru, dan mahasiswa terdaftar; pernyataan publik APTISI mengenai tekanan penerimaan PTS akibat perluasan jalur mandiri PTN, sebagaimana diberitakan media nasional 2025–2026.
  4. 4. Angka Rp 52 rb (CPL median), ± Rp 400 jt (belanja roadshow per musim), ± 60% data kontak tidak valid, dan 40+ institusi adalah data portofolio internal OurBeasiswa — bukan tolok ukur industri.

Hitung biaya per mahasiswa terdaftar institusi Anda

CPE adalah satu angka yang menghubungkan anggaran pemasaran langsung ke pendapatan.

Data portofolio OurBeasiswa adalah data internal, bukan tolok ukur industri.